Posted by : Yulian Ma'mun 28 Jun 2015




Emergency!  Darurat!

Sepertinya tak ada lagi tempat untuk memperoleh makanan yang aman dari zat berbahaya. Kabar adanya bakso, kikil, tahu, ikan asin dan kolang-kaling yang tercemar formalin saja sudah bikin deg-degan. Sekarang beras, makanan mahapenting bagi rakyat Indonesia sudah bercampur plastik! Jangan-jangan di masa depan semua yang kita makan nanti terbuat dari plastik. Manusia pun tidak terdiri dari darah dan daging, tapi setengah robot seperti Arnold Schwarzenegger dalam film Terminator.

Hasil laboratorium menunjukkan bahwa beras yang dilaporkan oleh seorang ibu dari Bekasi, Jawa Barat positif mengandung plastik PVC. Jenis plastik ini kuat dan elastis, digunakan untuk membikin pipa ledeng.

Jenius sekali orang yang membuatnya. Kentang atau ubi dihancurkan, lalu dilapisi oleh plastik supaya bentuknya mirip dengan beras​. Setelah dimasak, beras plastik ini ​b​entuknya serupa dengan butiran-butiran nasi, namun bertekstur agak keras dan liat​. Yang lebih mengerikan, beras sintetis asal Cina ini sudah beredar ke negara Asia lain seperti Malaysia dan India. Belakangan ada yang menyebutkan beras plastik ini hanya pengalihan isu politik dalam negeri saja. Makin bikin bingung, entah siapa yang benar.

Dua tahun lalu pernah merebak kabar bahwa penjual gorengan di Jakarta menggunakan plastik untuk mempertahankan kerenyahan dagangannya. Caranya adalah dengan memasukkan kresek, sedotan, bungkus plastik atau lilin dalam minyak panas yang menggelegak. Karena terkena panas, plastik ini leleh dan menyatu dengan minyak dan gorengan yang ada dalam wajan. Gorengan yang berbalut plastik ini akan tahan lama kerenyahannya.

Ciri-ciri gorengan plastik adalah masih renyah meski didiamkan seharian. Selain itu, apabila dibakar akan muncul nyala api yang cukup besar dan tetesan yang berjatuhan layaknya kita membakar plastik.

“Mau gimana lagi Mas, kalo gak pake cara ini kita gak bisa bersaing...” pelaku gorengan plastik mengaku kepada reporter yang mewawancarai.

Demi privasi narasumber, wajahnya sengaja diburamkan. Tapi ada sepersekian detik saat sensor itu luput dari wajahnya karena si pelaku bergerak-gerak. Walau singkat, terlihat air wajah pelaku mengalami anomali, antara menyesal dan menyatakan pembenaran atas tindakannya. Kehidupan keras ibukota memang dapat memaksa orang melakukan hal-hal melewati batas nurani. Tidak hanya orang-orang kecil seperti pedagang gorengan atau preman terminal, kalangan berpendidikan di gedung elit pun sering melanggar norma demi bisa bertahan hidup.

Formalin, boraks, plastik itu memang membuat bahan pangan lebih tahan pembusukan yang disebabkan jamur dan bakteri. Namun keawetan itu hanyalah semu. Bahaya yang ditimbulkan jauh lebih besar. Penyakit akut seperti kanker mengintai dan berujung kematian.


Bahan dasar plastik adalah hasil sisa sulingan minyak bumi yang melalui proses polimerisasi. Selain itu ada juga plastik yang terbuat dari bahan organik berupa getah pohon. Bahan dasar ini dibentuk sedemikian rupa dan dicampur pewarna hingga menjadi barang yang diinginkan. Plastik sangat berguna karena membantu manusia. Tapi jika sampai masuk ke dalam tubuh, amat berbahaya karena dapat memicu sel tubuh menjadi rusak.

Benda yang terbuat dari plastik biasanya adalah tiruan dari benda aslinya. Contohnya hiasan rumah berbentuk bunga atau buah-buahan terbuat dari plastik. Oleh karena itu orang menganggap plastik adalah simbol kepalsuan.  

Menurut kamus Cambridge, dalam bahasa Inggris ada istilah plastic smile (senyum plasik) yang artinya senyum palsu. Sedangkan di sepakbola dikenal sebutan plastic fans atau suporter plastik, merujuk kepada pendukung bola baru yang hanya mendukung kesebelasan yang sedang top. Kalangan plastic fans ini dapat berpindah-pindah hati sesuai klub apa yang sedang ngetren setiap tahunnya. Kata kalangan yang sinis, plastic fans tidak punya kesetiaan karena hatinya pun terbuat dari plastik.

Benda yang terbuat dari plastik jika dilihat memang sama indah dengan benda aslinya. Tapi coba dekati, raba dan cium aromanya, tidak ada ruh dan jiwa. Berbeda dengan bunga asli yang walaupun kelamaan akan layu, mengandung secercah energi kehidupan.

***

Selama sebelas bulan, hati yang merupakan sumber bisikan nurani kebenaran perlahan tertutup oleh virus duniawi. Sedikit demi sedikit tanpa disadari hati kita berubah. Dari secemerlang berlian 25 karat menjadi intan plastik imitasi. Palsu dan penuh kepalsuan. Oleh karena itu berpuasa Ramadhan menggosok hati untuk kembali murni.

Puasa adalah ibadah privat. Tidak ada yang tahu bahwa kita puasa selain kita sendiri dan Allah. Kita bisa saja mengaku pada orang lain bahwa kita puasa, tapi keadaan yang sebenarnya hanya Dia yang tahu. Sebab puasa bukan sekadar menahan haus dan lapar tapi juga menahan mulut, telihat, mata dan hati dari perbuatan yang tidak baik.

Kalau kita puasa tapi masih ngegosip, suka marah-marah, melihat yang tidak pantas atau berbohong agar tidak dimarahi atasan di kantor, puasa kita adalah puasa plastik. Puasa yang sebenarnya adalah puasa berlian. Kemurnian hati secemerlang berlian hanya dapat digosok oleh mata gerinda dari berlian pula.

Semoga puasa kita bulan Ramadhan ini adalah puasa berlian, bukan puasa plastik. Amin.

* Jakarta, 28 Juni 2015. Ditulis oleh seorang manusia setengah plastik.

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

Label

catatan harian (11) Jakarta (3) sejarah (3) travel (3) akhlak (2) desain (2) etika (2) lifestyle (2) moral (2) ramadhan (2) wisata (2) about me (1) anak (1) batuk (1) betawi (1) brand (1) doa (1) fashion (1) film (1) foto (1) guru mansyur (1) kartu pos (1) kesehatan (1) kucing (1) lagu (1) merdeka (1) museum (1) musik (1) pejuang (1) pria (1) puasa (1) puisi (1)
Diberdayakan oleh Blogger.

- Copyright © MERCU SUAR -Metrominimalist- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -